← C4 - RELEVANSI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Butir 4.5.B
Elemen penilaian
[PENINGKATAN] Bagian ini berisi penjelasan tentang peningkatan/optimalisasi terkait dengan sarana dan prasarana PkM, pembiayaan PkM, peta jalan PkM, kerjasama di bidang PkM, serta pengembangan DTPR di bidang PkM, keberlanjutan PkM, baik yang sudah terpenuhi maupun yang belum.
B.Peningkatan/ optimalisasi hasil ketercapaian standar dan indikator terkait implementasi peta jalan PkM, pelibatan mahasiswa berdasarkan visi misi Perguruan Tinggi, kebutuhan masyarakat dan DUDIKA
Narasi
Peningkatan/optimalisasi hasil ketercapaian standar dan indikator terkait implementasi peta jalan PkM, pelibatan mahasiswa berdasarkan visi misi Perguruan Tinggi, UPPS, visi misi keilmuan program studi, kebutuhan masyarakat dan DUDIKA
1. Menyediakan pelatihan dan workshop bagi dosen untuk menyusun proposal PkM yang lebih selaras dengan peta jalan prodi serta kebutuhan masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan keselarasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan peta jalan PkM program studi serta kebutuhan masyarakat dan DUDIKA, program studi secara berkelanjutan menyediakan pelatihan dan workshop penyusunan proposal PkM bagi dosen. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan dosen dalam merumuskan latar belakang, tujuan, metode, dan luaran PkM yang relevan dengan visi dan misi perguruan tinggi, UPPS, serta visi keilmuan program studi. Melalui pelatihan ini, kualitas proposal PkM meningkat, baik dari sisi kesesuaian tema dengan peta jalan prodi maupun dari sisi kelayakan metodologis dan kebermanfaatannya bagi mitra. Dampaknya, tingkat ketercapaian standar perencanaan PkM meningkat, dan proporsi proposal yang didanai serta dilaksanakan sesuai prioritas pengembangan program studi menjadi lebih optimal.
2. Peningkatan jumlah keterlibatan mahasiswa dalam PkM.
Penguatan capaian pembelajaran lulusan, program studi secara sistematis meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap kegiatan PkM dosen. Pelibatan mahasiswa diarahkan pada aktivitas yang relevan dengan kompetensi inti lulusan D3 Teknologi Informasi, seperti pendampingan TIK, pelatihan aplikasi, pengembangan sistem sederhana, dan literasi digital masyarakat.
Peningkatan keterlibatan mahasiswa ini tidak hanya meningkatkan kuantitas partisipasi, tetapi juga kualitas pengalaman belajar kontekstual mahasiswa. Kegiatan PkM menjadi wahana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang selaras dengan visi misi program studi, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan DUDIKA. Kebijakan ini berdampak langsung pada peningkatan ketercapaian indikator pelibatan mahasiswa dalam PkM.
3. Menyediakan pelatihan berkala bagi reviewer agar kompetensi dan konsistensi penilaian proposal serta hasil pengabdian masyarakat semakin meningkat
Untuk menjamin objektivitas, konsistensi, dan kualitas proses penilaian proposal serta hasil PkM, program studi melalui LPPM menyediakan pelatihan berkala bagi reviewer internal. Pelatihan ini mencakup pemutakhiran kebijakan PkM, standar penilaian, rubrik evaluasi, serta penguatan pemahaman terhadap peta jalan PkM dan prioritas pengembangan keilmuan program studi. Dengan meningkatnya kompetensi reviewer, proses seleksi proposal dan evaluasi luaran PkM menjadi lebih terarah, adil, dan berbasis mutu. Dampaknya, kegiatan PkM yang lolos pendanaan dan dinilai berhasil memiliki tingkat kesesuaian yang lebih tinggi dengan peta jalan prodi, kebutuhan masyarakat, serta standar mutu institusi. Hal ini secara signifikan meningkatkan efektivitas penjaminan mutu PkM
4. Mendorong publikasi hasil penelitian dan pengabdian dosen pada jurnal internasional bereputasi serta prosiding terindeks untuk meningkatkan daya saing dan visibilitas universitas.
Sebagai upaya meningkatkan daya saing dan visibilitas institusi, program studi secara aktif mendorong dosen untuk memublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada jurnal internasional bereputasi dan prosiding terindeks. Kebijakan ini didukung melalui fasilitasi klinik penulisan artikel, insentif publikasi, serta pendampingan proses submit hingga terbit.
Peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ini tidak hanya memperkuat rekam jejak akademik dosen, tetapi juga meningkatkan diseminasi hasil PkM kepada komunitas ilmiah dan praktisi.
5. Mengembangkan database hasil penelitian dosen yang dapat diakses sebagai rujukan utama dalam penyusunan proposal pengabdian sesuai kebutuhan Masyarakat.
Untuk meningkatkan relevansi dan kebermanfaatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, program studi mengembangkan database terintegrasi hasil penelitian dosen yang dapat diakses sebagai rujukan utama dalam penyusunan proposal PkM. Database ini memuat informasi tema penelitian, luaran utama, bidang keahlian dosen, serta potensi penerapan hasil penelitian untuk pemecahan masalah di masyarakat dan DUDIKA.
Pemanfaatan database ini diarahkan untuk memastikan bahwa setiap proposal PkM disusun berbasis hasil penelitian yang telah teruji, selaras dengan peta jalan program studi, serta sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan tersedianya rujukan yang sistematis dan mudah diakses, dosen terdorong untuk mengembangkan PkM yang lebih aplikatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Implementasi kebijakan ini meningkatkan keterpaduan antara penelitian dan pengabdian, memperkuat kualitas perencanaan PkM, serta meningkatkan ketercapaian indikator relevansi dan luaran PkM sesuai standar mutu yang ditetapkan
Persentase isian
Detail dokumen
| Butir | Nama dokumen | Dokumen / link | Aksi |
|---|---|---|---|
| 4.5.B | Workshop Peningkatan Kegiatan Penelitian dan Pengabdian | Buka link |