Butir 2.5.B
Elemen penilaian
[PENINGKATAN] Bagian ini berisi penjelasan tentang peningkatan/optimalisasi terhadap standar dan indikator terkait peningkatan/optimalisasi hasil ketercapaian standar dan indikator yang terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan, DTPR dan dosen praktisi, dan pembiayaan pendidikan, sistem penerimaan mahasiswa baru, pendidikan berbasis luaran (outcome-based education/OBE), dan kompetensi lulusan, proses pembelajaran, isi pembelajaran dan penilaian pembelajaran., baik yang sudah terpenuhi maupun yang belum.
B.Peningkatan/optimalisasi hasil ketercapaian standar dan indikator terkait isi pembelajaran yang rancangan kurikulumnya mengacu pada outcome-based education dan teaching industry, yang mencakup soft dan hard competence (memenuhi KKNI level 5), yang ditetapkan oleh perguruan tinggi serta keterlibatan/masukan pemangku kepentingan (termasuk DUDIKA dan asosiasi/organisasi profesi) dalam penyusunannya.
Narasi
Pembelajaran dan rancangan kurikulum Outcome-Based Education, serta keterlibatan/masukan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam penyusunannya.
Peningkatan kurikulum dilakukan untuk memastikan ketercapaian standar KKNI level 5 dan SN-Dikti secara lebih operasional. Upaya ini diwujudkan melalui penyempurnaan dokumen peta kurikulum yang menghubungkan CPL, CPMK, dan mata kuliah, serta peninjauan kembali deskripsi CPL agar lebih jelas, terukur, dan sesuai dengan capaian lulusan yang diharapkan.
Meskipun kurikulum telah memuat keseimbangan hard dan soft competence, optimalisasi tetap dilakukan dengan menambah porsi praktik diluar kampus seperti magang maupun proyek, serta mengembangkan kegiatan kokurikuler berupa seminar, workshop, dan kompetisi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.
Dalam rangka memperkuat penerapan OBE, dilakukan standardisasi format RPS untuk seluruh mata kuliah agar konsisten dan selaras dengan capaian pembelajaran. Selain itu, dosen diberikan pelatihan terkait asesmen berbasis rubrik dan learning outcomes. Monitoring unggah RPS, rubrik penilaian, serta hasil asesmen ke dalam LMS atau SIAKADCLOUD Universitas Tiga Serangkai diperketat, sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih transparan dan terukur.
Stakeholder, termasuk alumni, pengguna lulusan, dan asosiasi profesi, semakin dioptimalkan perannya dalam pengembangan kurikulum. Workshop kurikulum dilaksanakan secara periodik, dengan hasil berupa laporan resmi yang menjadi dasar revisi. Masukan industri kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk pembaruan konten mata kuliah, khususnya yang relevan dengan tren teknologi terbaru seperti multimedia, AR/VR, dan pengembangan aplikasi mobile.
Untuk memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, kurikulum ditingkatkan melalui integrasi program micro-credential dan sertifikasi industri yang diakui secara nasional maupun internasional. Selain itu, prodi memperluas kerjasama magang industri, baik di tingkat lokal maupun nasional, serta menyesuaikan mata kuliah peminatan dengan kebutuhan aktual dunia kerja di era digital. Di Tahun 2025 Program Studi D3 Teknologi Informasi juga mulai melakukan program magang industri di PT Tiga Serangkai Group.