Butir 2.4.B
Elemen penilaian
[PENGENDALIAN] Bagian ini berisi penjelasan tentang tindak lanjut (revisi dan rekomendasi) terhadap hasil evaluasi yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan, DTPR dan dosen praktisi, dan pembiayaan pendidikan, sistem penerimaan mahasiswa baru, pendidikan berbasis luaran (outcome-based education/OBE), dan kompetensi lulusan, proses pembelajaran, isi pembelajaran dan penilaian pembelajaran, baik yang sudah terpenuhi maupun yang belum.
B.Tindak lanjut hasil evaluasi ketercapaian standar dan indikator terkait isi pembelajaran yang rancangan kurikulumnya mengacu pada outcome-based education dan teaching industry, yang mencakup soft dan hard competence (memenuhi KKNI level 5), yang ditetapkan oleh perguruan tinggi serta keterlibatan/masukan pemangku kepentingan (termasuk DUDIKA dan asosiasi/organisasi profesi) dalam penyusunannya.
Narasi
Pembelajaran dan rancangan kurikulum Outcome-Based Education, serta keterlibatan/masukan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam penyusunannya.
Hasil evaluasi menunjukkan kurikulum sesuai dengan standar nasional, namun perlu penyempurnaan pada dokumentasi keterkaitan CPL–CPMK–MK agar lebih mudah ditelusuri. Tindak lanjut yang dilakukan:
1. Penyempurnaan dokumen peta kurikulum berbasis OBE.
2. Penyesuaian deskripsi CPL dan CPMK agar lebih operasional.
3. Penetapan mekanisme review kurikulum secara rutin setiap 4 tahun sekali, dengan laporan tahunan untuk monitoring.
Evaluasi menunjukkan keseimbangan sudah cukup baik, meskipun pada beberapa semester pembelajaran masih lebih banyak teori dibandingkan praktik. Tindak lanjut yang dilakukan:
1. Revisi RPS pada mata kuliah teori untuk menambahkan praktik berbasis studi kasus. Khususnya pada mata kuliah softskill.
2. Penambahan porsi tugas proyek dan presentasi pada mata kuliah inti.
3. Penguatan soft skills melalui kegiatan kokurikuler seperti seminar, workshop, dan kompetisi mahasiswa.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar mata kuliah telah menggunakan pendekatan OBE, tetapi belum semua dosen melaksanakan asesmen berbasis rubrik secara konsisten. Tindak lanjut yang dilakukan:
1. Standarisasi format Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.
2. Pelatihan dosen mengenai asesmen berbasis rubrik dan learning outcomes.
3. Monitoring unggah RPS, rubrik penilaian, dan hasil asesmen ke sistem LMS dan SIAKADCLOUD universitas setiap semester.
Hasil evaluasi menunjukkan stakeholder sudah terlibat aktif, tetapi tindak lanjut terhadap masukan masih perlu diperkuat. Tindak lanjut yang dilakukan:
1. Melaksanakan workshop kurikulum secara periodik dengan melibatkan alumni, pengguna lulusan, dan asosiasi profesi (APTIKOM).
2. Menyusun laporan resmi hasil masukan stakeholder sebagai dokumen pendukung pengendalian kurikulum.
3. Menindaklanjuti masukan industri dengan menambahkan mata kuliah berbasis proyek, magang serta banyak menghasilkan produk-produk unggulan. Kegiatan benchmarking ke industri atau universitas lain juga diperlukan.
Hasil tracer study memperlihatkan peningkatan kesesuaian bidang kerja dengan kompetensi lulusan, namun ada kebutuhan tambahan pada keterampilan praktis khususnya pada kemampuan berbahasa asing. Tindak lanjut yang dilakukan:
1. Integrasi program micro-credential dan sertifikasi industri ke dalam kurikulum.
2. Penguatan kerjasama dengan perusahaan mitra untuk program magang dan kerja praktik.
3. Penyelarasan mata kuliah peminatan dengan kebutuhan aktual industri digital dan teknologi informasi.